Otak dan Hati
Kalo dibilang bodoh marah.
Dibilang ga bisa mikir marah.
Dibilang malas juga marah.
Maunya di bilang pintar, rajin, berpendidikan.
Tapi buang sampah sembarangan.
Ga ngerti emang bodoh, malas, ato ga bisa mikir.
Kalo bilang ga tau buang sampah sembarangan itu bisa bikin banjir, rasanya mustahil yah. Pernah sekolah kan?
Emang di sekolah ga diajarin ya?
Gw diajarin koq, kalo buang sampah itu harus di tempatnya.
Trus soal tempat duduk di kendaraan umum, mau angkutan yang katanya mengerikan seperti bis kota reguler atau yang katanya “agak” elit seperti Transjakarta ternyata penumpangnya (Bukan cuma pria, wanita juga. Kan katanya udah emansipasi) serupa tuh.
Jarang sekali ada yang mau berdiri kalau melihat ibu hamil, manula atau anak kecil.
Ga kasihan?
Gimana kalu ibu hamil itu keguguran(Supir Transjakarta sekarang kan sama aja kaya bis kota reguler, sepertinya dia menganggap penumpangnya sapi, jadi jatuh2 dikit, lecet2 dikit yah ga apa2) karena jatuh atau terjepit?
Sepertinya keberadaan rasa kasihan pada sesama sudah semakin pudar.
Kalo bilang ga tau kalau harus mendahulukan ibu hamil, manula dan anak kecil, disekolah diajari kan?
Atau kalau beralasan ga sekolah, punya hati nurani kan?
Gw kesal aja melihat kondisi kota Jakarta ini.
Jangan pakai alasan “yang lain juga begitu” deh.
Mari kita mulai dari diri sendiri.
A man could make a change.
Smart – berharap akan perubahan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.